Partisipasi Masyarakat dan Kreativitas Pengrajin dalam Festival Jerami Pertama di Sangiran, Sragen, Tahun 2023
Main Article Content
Abstract
The Sangiran Straw Festival was held on 28–29 October 2023 and presented replicas of prehistoric humans and animals made from rice straw. This article describes community participation, artisans’ work processes, technical challenges associated with using a material other than stone, and coordination among stakeholders during the festival. The study employed a descriptive qualitative approach using field observation, photographic documentation from preparation through implementation, and interviews with residents and other participants. The data were analyzed descriptively by organizing findings into themes of participation, production processes, technical challenges, coordination, and visitor responses. The observations show that 22 neighborhood-based groups (Rukun Tetangga/RT) produced 22 replicas. The structures were made from bamboo or wood, the bodies from rice straw, and the bindings from rattan or bamboo strips. Artisans who were more accustomed to stone carving faced challenges in designing stable frames, attaching straw, maintaining the replicas’ shapes, and ensuring stability during transportation. Participation by local government, neighborhood representatives, residents, artisans, and supporting actors helped facilitate preparation and implementation. The festival demonstrates the potential of local creativity to enrich the Sangiran tourism experience through an exhibition using locally available materials. However, its effects on household income, visitor numbers, and long-term economic sustainability cannot be established because these outcomes were not quantitatively measured.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Abdullah, I. (2017). Penyelamatan data di area calon lahan parkir Museum Klaster Dayu. Jurnal Sangiran, 6.
Adiati, A. T. F. (2016). Ekowisata berbasis komunitas sebagai strategi pelestarian kawasan cagar budaya Situs Sangiran: Studi kasus masyarakat Situs Sangiran. Jurnal Sangiran, 5.
Amanda, I. C. D. (2018). Identifikasi bentuk-bentuk kearifan lokal dalam sistem religi masyarakat Situs Sangiran: Studi kasus di Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar. Jurnal Sangiran, 7.
Arif, J., & Siregar, D. (2014). Analisis kandungan fluorine (F) di dalam fosil tulang dan gigi: Kasus dari Gua Pawon, Sangiran, dan Katitidu. Forum Arkeologi, 27(3), 187–196. https://doi.org/10.24832/fa.v27i3.30
Cabanes, J., Gintu, A. R., Herbiamami, M. L., Vignes, C., Widodo, A., Pramono, D., Santoso, Ramadhanti, F. P., Gallet, X., & Handayani, W. (2018). Sangiran today—A new experience, Chapter 4: Human origin heritages and rivers in Sangiran, Java, Indonesia. Human Origins Heritage International Participatory School 2018–2019.
Fathoni, M. R. (2016). Interpretasi awal geologi daerah Banjarejo dan sekitarnya: Geomorfologi, stratigrafi, dan sejarah geologi. Jurnal Sangiran, 5.
Fathoni, M. R. (2018). Analisis morfologi berangkal andesit yang mengalami pelapukan membola (spheroidal weathering) hubungannya dengan morfologi bola batu di Sangiran. Jurnal Sangiran, 7.
Gintu, A. R., Salenussa, M. W., Amanda, A., Wagiman, R., & Pramono, D. (2022). Pengkajian fosil cangkang siput dari lempung hitam Formasi Pucangan, Situs Purbakala Sangiran, Jawa Tengah. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek VII.
Handayani, W. K., Setyaningsih, W., & Sanjoto, T. B. (2020). Sebaran dan potensi air tanah dangkal di Perbukitan Dome Sangiran dalam pemenuhan kebutuhan air. Geo-Image, 9(1). https://doi.org/10.15294/geoimage.v9i1.38642
Harianja, J. (2018). Upaya UNESCO dalam menjaga keberadaan Museum Sangiran sebagai warisan budaya dunia tahun 2011–2016. JOM FISIP, 5(1).
Lestari, S. A. (2023, October 28). Mamut raksasa terbuat dari jerami tampil di Sangiran, Sragen, dikirab keliling desa sejauh 10 km. Tribun Solo. https://solo.tribunnews.com/2023/10/28/mamut-raksasa-terbuat-dari-jerami-tampil-di-sangiran-sragendikirab-keliling-desa-sejauh-10-km
Marlina, Y. R., Wijanarko, F., Lestari, P. P., Rindi, G. W., & Brata, Y. H. I. (2018). Menggali konteks data arkeologis, paleontologis pada penyelamatan temuan pelvis proboscidae di Bukuran. Jurnal Sangiran, 7.
Nugraha, B. A. (2018). Lingkungan pengendapan tinggalan arkeologi pada Formasi Kabuh di Situs Sangiran: Kajian geoarkeologi. Jurnal Sangiran, 7.
Nugraha, B. A. (2023, October 28). Puluhan replika hewan purba meriahkan Festival Jerami di Sangiran Sragen. Solopos. https://foto.solopos.com/puluhan-replika-hewan-purba-meriahkan-festival-jerami-di-sangiran-sragen-1780050
Nurwanti, Y. H., Susilantini, E., Herawati, I., & Suwarno. (2013). Kajian sosial, budaya dan ekonomi masyarakat di Situs Sangiran. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, BPNB Yogyakarta.
Nuryanti, W., & Suwarno, N. (2008). Kajian zonasi pengembangan kawasan pusaka: Studi kasus Situs Sangiran, Sragen. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 15(3). https://doi.org/10.22146/jml.18683
Prabaningrum, I., Mardiana, A., Gumilar, A., Risky, A. S., Wiratama, H., Putro, H. R. V., Amalia, R. D., & Ningrum, S. K. (2019). Identifikasi potensi dan permasalahan lahan untuk arahan manajemen lahan: Studi kasus penggal Sungai Cemoro sebagian kawasan Situs Sangiran. Jurnal Geografi, 16(2). https://doi.org/10.15294/jg.v16i2.20885
Puspita, D., Latuperissa, D. E., Karwur, F. F., Semah, F., & Notosoedarmo, S. (2016). Inventarisasi flora di lokasi PCTS Pucung-Sangiran dan manfaat ekologi dan ekonominya. Jurnal Sangiran, 5, 13–22.
Rahmat, K. D. (2016). Posisi stratigrafi temuan ekskavasi Situs Banjarejo, Grobogan. Jurnal Sangiran, 5.
Rahmayani, D. N. A., & Donan, Y. S. (2017). Keanekaragaman fosil kerang (Bivalvia dan Gastropoda) di Situs Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan. Jurnal Sangiran, 6.
Rahayu, T., & Aryono, A. M. (2023, October 29). Festival 22 replika hewan purba Sangiran Sragen habiskan jerami puluhan ton. Solopos. https://soloraya.solopos.com/festival-22-replika-hewan-purba-sangiran-sragen-habiskan-jerami-puluhan-ton-1780234
Rahayu, T., & Ashshidiqy, K. H. (2022, August 12). Ada lomba lari 4 km gratis di Sangirun Night Trail 2022, kuy ikut. Solopos. https://soloraya.solopos.com/ada-lomba-lari-4-km-gratis-di-sangirun-night-trail-2022-kuy-ikut-1392234
Rohman, M. M. (2018). Pemanfaatan Situs dan Museum Manusia Purba Sangiran sebagai media pembelajaran IPS dan sejarah bagi pelajar. Jurnal Sangiran, 7.
Rohman, M. M. (2019). Sangiran dan K13: Situs dan Museum Sangiran sebagai sumber belajar berbasis Kurikulum 2013. Jurnal Sangiran, 8.
RRI. (2023, November 5). SangiRun 3 lebih meriah, lomba lari 25K sampai karnaval budaya. https://www.rri.co.id/wisata/430907/sangirun-3-lebih-meriah-lomba-lari-25k-sampai-karnaval-budaya
Sukoco. (2010). Pemetaan erosivitas hujan dengan sistem informasi geografis. Journal Speed: Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi, 2(2).
Widiyanta, W. (2018). Jenis, konteks stratigrafi dan lingkungan pengendapan temuan gajah purba di Situs Banjarejo. Jurnal Sangiran, 7.
Wulandari. (2012). Topografi Situs Sangiran. Jurnal Sangiran, 1.
Wulandari. (2017). Perlunya pemenuhan kebutuhan stasiun hujan di Situs Sangiran. Jurnal Sangiran, 6.
Wulandari, R. (2017). Analisis unsur pada pelapukan fosil di lapisan Kabuh dengan menggunakan instrumen XRF. Jurnal Sangiran, 6.
Wulandari, Setiawan, M. A., & Hizbaron, D. R. (2021). Traditional house mapping on Sangiran Site using detailed aerial photography interpretation. Seminar Nasional Arkeologi 2021.