Legalisasi Dokumen Perbankan: Urgensi Regulasi
Main Article Content
Abstract
This research aims to analyze the urgency of banking document legalization regulations in the Republic of Indonesia. This doctrinal legal research analyzes laws and previous research related to banking document legalization and its issues. The history of document legalization law shows the development of document legalization in the Republic of Indonesia. Advances in science and technology have changed the procedures for legalizing public and private documents. The goal is to provide legal certainty and benefits for document legalization applicants. This research found a legal vacuum regarding banking document legalization in the Republic of Indonesia. This legal vacuum creates legal uncertainty for document legalization applicants in the field of banking law. This research recommends regulations for banking document legalization to provide legal certainty and benefits.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Al Haq, M. A. Et. Al. (2024). Pentingnya Kepatuhan Kontraktual Dalam Menghindari Wanprestasi. Perahu (Penerangan Hukum). 12(2), 37-44.
Almi, A.A. (2022). Injuring the Accession of the Apostille Convention in Supporting the Debureaucratization of Document Legalization in Indonesia. Ikatan Penulis Mahasiswa Hukum Indonesia Law Journal. 2(2), 245-257.
Apendi, S. (2021). Ketiadaan Peraturan Menteri Dalam Hierarki Peraturan Perundang-Undangan Nasional dan Implikasinya Terhadap Penataan Regulasi Dalam Sistem Hukum Nasional. PALAR (Pakuan Law Review). 07(01), 111-126.
Ardilafiza. Et. Al. (2022). Kedudukan dan Karakteristik Peraturan Menteri dalam Melaksanakan Urusan Pemerintahan Menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jurnal Legislasi Indonesia. 19(3), 368-379.
Ariani, N.K. & Prabawati, N.P.A. (2025). Implementasi Kebijakan Pelayanan Apostille Berbasis Transformasi Digital di Kementerian Hukum Kantor Wilayah Bali. Socio-political Communication and Policy Review. 2(3), 1-13.
Arifin, M., Pratomo, Y. A. & Rahmadani, N. (2025). Regulasi dan Perkembangannya dalam Sektor Publik. Jurnal Bisnis Inovatif dan Digital. 2(3), 40-48.
Arimba, C.I. (2023). Hans Kelsen’s Nomostatics and Nomodinamics Legal Theory. Justice Voice. 2(2), 55-63.
Arnio, A. (2011). Essays on the Doctrinal Study of Law. New York: Springer.
Astolfi, R. (2017). Legal Gap: Porosity as Opportunity. ARSP: Archives for Philosophy of Law and Social Philosophy. 103(4), 517-529.
Attamimi, A.H.S. (1984). Staatsblad Tahun 1927 Nomor 346 Masih Berlakukah Dewasa Ini? Dapatlah Negar Republik Indonesia Membentuk Undang-Undang Semacam Itu? Jurnal Hukum dan Pembangunan. 14(1), 22-31.
Basuki, S. (2004). Pengantar Dokumentasi. Bandung: Rekayasa Sains.
Black, H.C. (1968). Black’s Law Dictionary. Minnesota: West Publishing Co.
Brotosusilo, A. Et. Al. (1994). Penulisan Hukum: Buku Pegangan Dosen. Jakarta: Asia Foundation - Konsorsium Ilmu Hukum.
Burhanuddin. (2025). Lema Definition Category: Towards the Improvement of the Big Indonesian Dictionary. Kopula. 7(1), 314-328.
Daud, T.O.N., Rahim, E.I. & Imran, S.Y. (2025). Reconstruction of Regional Government Authority in Mining Management Post Law No. 23 of 2014: Legal Review Based on Hans Kelsen's Theory. International Journal of Law, Crime and Justice. 2(2), 197-206.
Dinaryanti, A.R. (2013). Tinjauan Yuridis Legalisasi Akta di Bawah Tangan Oleh Notaris. Jurnal Ilmu Hukum Legal Opinion. 1(3), 1-9.
Febridha, Vita Sylvaniesha. (2024). Penerapan Konvensi Apostille Hague 1961 Dalam Legitimasi Dokumen di Indonesia. Skripsi Universitas Sriwijaya, Palembang.
Groussot. (2006). Xavier: General Principles of Community Law. Groningen: Europa Law Publishing.
Halilah, S. & Arif, M.F. (2021). Asas Kepastian Hukum Menurut Para Ahli. Siyasah: Jurnal Hukum Tata Negara. 4(2), 56-65.
Hananto, V.A. (2025). Utilitarianisme dan Keseimbangan Antara Kepentingan Umum dan Kepentingan Individu. Jurnal Hujum Ius Quia Iustum. 72-98.
Herman, Ronaldo Heinrich. (2020). Perbandingan Prosedur Legalisasi Dokumen Privat Antara Indonesia Dengan Singapura. Skripsi Sarjana Universitas Indonesia, Depok.
Husen, A. (2019). Existence of Presidential Regulation in the Legislative Regulation System. Lex Scientia Law Review. 3(1), 70-79.
Irawan, R.N. Et. Al. (2024). Akibat Hukum Penghapusan Legalisasi Dokumen Publik Asing Terhadap Kewenangan Legalisasi Oleh Notaris Dalam Undang-Undang Jabatan Notaris. Proceeding of Airlangga Faculty of Law Colloquium. 1, 388-398.
Ivana, G. & Nugroho, A.A. (2022). Akibat Kekosongan Hukum Terhadap Non-Fungible Token Sebagai Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual. Jurnal USM Law Review. 5(2), 708-721.
Krisharyanto, E. (2007). Norma Perilaku Advokat Dalam Rangka Penegakan Hukum. Perspektif. 12(1), 57-72.
Lestari, R. & Andriyani, S. (2023). The Analysis of Default in the Loan Agreement (Study in the Court Decision Number 10/Pdt.G.S/2019/Pn.Smr). Jurnal Private Law. 3(1), 202-212.
Marzuki, P.M. (2022). The Essence of Legal Research is to Resolve Legal Problems. Yuridika. 37(1), 37-58.
Nalle, V.I.W. (2016). Kedudukan Peraturan Kebijakan Dalam Undang-Undang Administrasi Pemerintahan. Refleksi Hukum. 10 (1), 1-16.
Nanda, R.R. & Velentina, R.A (2022). Tanggung Jawab Notaris Dalam Legalisasi Dokumen Warga Negara Asing Menurut Konvensi Apostille. Jurnal USM Law Review. 5(1), 270-281.
Noviawati, E. (2018). Landasan Konstitusional Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Jurnal Ilmiah Galuh Justisi. 6(1), 53-63.
Nurdin, A.A., Darussalam, R. F. & Asri, M.R. (2024). The Role of The Financial Services Authority in Supervision and Regulation of Financial Institutions in Indonesia. Media Hukum Indonesia (MHI). 2(4), 816-821.
Pratama, F.S. (2019). Rechtsvacuum Phenomenon in Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 51 of 2020 related to Passport Renewal Period to 10 Years. Journal of Law and Border Protection (JLBP). 1(1), 51-58.
Pratama, J.P. & ALW., L.T. (2022). The Existence of the Position of Ministerial Regulations Against Regional Regulations in the Hierarchy of Legislative Regulations. Jurnal Konstitusi. 19 (4), 865-885.
Pratiwi, E., Negoro, T. & Haykal, H. (2022). Jeremy Bentham's Utilitarianism Theory: Legal Purpose or Methods of Legal Products Examination? Jurnal Konstitusi. 19 (2), 269-293.
Puteri, E.S. & Makarim, E. (2024). Kerancuan Pelaksanaan Konvensi Apostille di Dalam Proses Legalisasi Dokumen Publik Secara Elektronik di Indonesia. Indonesian Notary. 5 (4), 17-36.
Quintarti, M.A.L. Et. Al. (2024). Civil Law Aspects in Employment Agreements: Rights and Obligations of the Parties. Jurnal Kolaboratif Sains. 7 (10), 3779-3784.
Rampen, Y.A., Paseki, D.J. & Muaja, H.S. (2022). Ratifikasi Perjanjian Internasional Melalui Peraturan Perundang-Undangan Nasional di Bidang Hak Asasi Manusia. Lex Privatum. 10 (4), 1-15.
Riyanto, A. & Bhakti, R.T.A. (2023). Kebenaran Materiil Dokumen Apostille. Petita. 5 (1), 1-14.
Rohmah, U. A. Et. Al. (2025). Hukum Perikatan dalam Kontrak Internasional dan Implikasinya. Syntax Admiration. 6 (1), 864-883.
Sanjaya, H.A. & Widjaja, G. (2025). Harmonisasi Peraturan Daerah terhadap Peraturan Perundang-Undangan di Tingkat Pusat. Jurnal Tana Mana. 6 (1), 63-80.
Sanusi, H. Et. Al. (2023). Ilmu Hukum: Implikasi Teknologi Dalam Perubahan Hukum. Malang: PT. Literasi Nusantara Abadi Grup.
Scalia, A. & Garner B.A. (2012). Reading Law: The Interpretation of Legal Texts. St Paul, MN: Thomas/West.
Selasi, D., Kurniasih, A., & Sundayana, A. (2024) Dampak Regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dalam Perkembangan Pasar Modal Syariah di Indonesia. Mufakat: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi. 3 (2), 15-21.
Sinaga, E.J. (2019). Authentication Services for Legal Certainty. Jurnal Penelitian Hukum De Jure. 19 (1), 85-96.
Sitepu, E. N. Br. Et. Al. (2024) Analisis Peran Norma Hukum Dalam Mempertahankan Kestabilan Negara. Jaksa: Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik. 2 (1), 154-162.
Slamet, M., Bayti, R. & Haris, M. (2023). Analisis tentang Tanggung Jawab dan Kekuatan Legalisasi Akta di Bawah Tangan Oleh Notaris. FALAH: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah 5 (2), 66-75.
Soekanto, S. (1986). Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
Soekanto, S. & Mamudji, S. (2015). Penelitian Hukum Normatif. Jakarta: Rajawali Pers.
Soekarno, D.T., Astutik, S. & Subekti. (2025). Perlindungan Hukum Bagi Penumpang Pada Angkutan Umum. Bureaucracy Journal: Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance. 5 (3), 3634–3643.
Susanta, G. & Pesona, A. (2009). Cara Mudah Mengurus Surat-Surat dan Dokumen Penting. Jakarta: Raih Asa Sukses.
Sukmana, Y. (2018). Legalisasi Dokumen di Kemenkumham Kini Bisa 3 Jam. Retrieved on May 31, 2021, from https://nasional.kompas.com/read/2018/05/02/14073851/legalisasi-dokumen-di- kemenkumhamkini-bisa-3-jam.
Staatsblad Tahun 1909 Nomor 291 tentang Legalisasi Tanda Tangan.
Tamagangka, F. & Rahayu, M.I.F. (2022) Tugas dan Kewenangan Notaris Terhadap Keabsahan Dokumen Pada Legalisasi Waarmerking dan Legalisir Ditinjau dari Undang-Undang. Syntax Literate. 7 (10), 17583-17600.
Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. UU No. 10 Tahun 1998. LN No. 182 Tahun 1998. TLN No. 3790.
Undang-undang tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. UU No. 12 Tahun 2011. LN No. 82 Tahun 2011. TLN No. 5234.
Undang-Undang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris. UU No. 2 Tahun 2014. LN No. 3 Tahun 2014. TLN No. 5491.
Peraturan Presiden Republik Indonesia tentang Pengesahan Convention Abolishing the Requirement of Legalisation for Foreign Public Documents (Konvensi Penghapusan Persyaratan Legalisasi Terhadap Dokumen Publik Asing). Perpres RI No. 2 Tahun 2021. LN No. 3 Tahun 2021.
Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang Tata Cara Permohonan Legalisasi Dokumen pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Permenkumham RI No. 1 Tahun 2017. LN No. 523 Tahun 2017.
Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang Layanan Legalisasi Tanda Tangan Pejabat pada Dokumen di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Permenkumham RI No. 19 Tahun 2020. LN No. 735 Tahun 2020.
Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tentang Layanan Legalisasi Apostille Pada Dokumen Publik. Permenkumham RI No. 6 Tahun 2022. LN No. 98 Tahun 2022.
Peraturan Menteri Hukum Republik Indonesia tentang Layanan Legalisasi Dokumen Publik Pada Kementerian Hukum. Permenkum RI No. 8 Tahun 2025. LN 226 Tahun 2025.
Peraturan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia tentang Tata Cara Legalisasi Dokumen Pada Kementerian Luar Negeri. Permenlu RI No. 13 tahun 2019. LN No. 897 Tahun 2019.
Peraturan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia tentang Tata Cara Legalisasi Dokumen Pada Kementerian Luar Negeri. Permenlu RI No. 14 tahun 2022. LN No. 119 Tahun 2022.