Peran Perempuan dalam Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm): Studi Kasus KTH Sari Hutan di Kelurahan Bokin, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja Utara

Main Article Content

Pirka Yanti
Ridwan

Abstract

The Social Forestry Program through the Community Forest (HKm) scheme is a government initiative aimed at improving community welfare while preserving forest sustainability. In its implementation, community participation often reflects gender-based differences in roles, where women frequently face constraints rooted in social values and norms when accessing and managing forest resources. This study aims to examine the level of women’s involvement in HKm management and to identify the factors influencing such participation within the Sari Hutan Forest Farmer Group (KTH) in Bokin Village, Rantebua Subdistrict, North Toraja Regency. This research adopts a descriptive approach by integrating both quantitative and qualitative methods. Data were collected through field observations, in-depth interviews, literature review, and documentation. Respondents were determined using a census method involving all seven female members of KTH Sari Hutan, while key informants were selected through purposive sampling. Data analysis employed a scoring technique based on a Likert scale across three main aspects: area governance, business governance, and institutional governance. Overall, women in KTH Sari Hutan demonstrate a high level of involvement in HKm management. Based on normalization results, women’s roles are most dominant in area governance (41.7%), followed by business governance (36.5%), and lowest in institutional governance (21.8%). The high level of participation in technical aspects (area and business governance) is evident in their active involvement in planting, harvesting, and processing non-timber forest products (NTFPs). However, despite strong physical and operational engagement, women’s participation in strategic decision-making at the institutional level remains limited due to male-dominated leadership structures. This level of involvement is influenced by social factors (patriarchal culture), generally low levels of education (elementary to junior high school), institutional structures, and economic motivations to support household needs.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Apriani, A. A. 2026. Peran Gender Dalam Pengelolaan Perhutanan Sosial Skema Hkm Dan Htr Di Kabupaten Sarolangun (Doctoral dissertation, Universitas Jambi).

Andriani, S., Setiawan, B., & Lestari, A. T. 2024. Tingkat Ketergantungan Masyarakat terhadap Hutan Kemasyarakatan Lembah Sempager Desa Gunung Malang Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal), 5 (3): 517-525.

Atmojo, T., Yunianto, A. S., & Anggraeni, B. W. 2024. Peran Gender Dalam Pengelolaan Kawasan Hutan Di Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Gender Role In Forest Area Management In Gading District, Probolinggo District, East Java). Menara Ilmu. Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah: 18(2).

Basir, B. N., Dassir, M., & Makarennu. 2020. Peran Struktur Sosial Masyarakat Sekitar Hutan Dalam Pengelolaan Hkm Di Kabupaten Sidenreng Rappang. Jurnal Hutan Dan Masyarakat: 39-48.

Dwiyana, E., Chainar, Sikwan, A., Purnama, D. T., & Marini. 2024. Peran Kelompok Matahari dalam Pegelolaan Kawasan Hutan melaui Skema Hutan Desa dengan Program Perhutanan Sosial di Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah. Jurnal Manajemen Bisnis dan Pengembangan Ekonomi, 2 (2): 762-775.

Amrul, D. 2026. Kesetaraan Gender Dalam Pengelolaan Lingkungan. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 8 (1): 2769-2773.

Edwina, S., Maharani, E., Kusumawaty, Y., Yusri, J., & Yusmini. 2020. Analisis kelembagaan kelompok tani sistem integrasi sapi dan kelapa sawit (SISKA) di Kabupaten Pelalawan. Jurnal Agrisep, 19 (1): 145-166.

Fauzi, M., & Nahlunnisa, H. 2021. Studi Pengelolaan Hkm di Desa Senggigi Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Silva Samalas, 4 (1): 20-26.

Febrianti, A., Shulthoni, M., Masrur, M., & Safi'i, M. A. 2023. Pengaruh tingkat pendidikan, umur, jenis kelamin, dan pengalaman kerja terhadap produktivitas kerja di Indonesia. Sahmiyya. Jumal Ekonomi dan Bisnis: 198-204.

Hikmah, A. N., Dambe, J., & Dassir, M. 2022. Peranan Aset Nafkah Rumah Tangga Petani Kakao di Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Media Agribisnis, 6 (2): 137- 144.

Juwianti, A., & Adawiyah, P. R. 2024. Implementasi Kebijakan Perhutanan Sosial terhadap Pemenuhan Hak Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga dalam Mendapatkan Akses Kelola Hutan di Sabrang Ambulu. Pubmedia Social Sciences and Humanities, 1 (3): 9-9.

Lenaini, 1. 2021. Teknik pengambilan sampel purposive dan snowball sampling. Jurnal Kajian, Penelitian, dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6 (1): 33-39.

Lispiani, B. M., & Hidayati, E. 2022, June. Peran Perempuan Dalam Pengelolaan Hutan Pada Kelompok Tani Hutan Puncak Semaring Desa Mekar Sari Kabupaten Lombok Timur. In Prosiding Seminar Nasional Mahasiswa Kehutanan Indonesia (Vol. 1, No. 1, pp: 139- 147).

Narsiki. 2017. Peran Gender Dan Kontribusi Hutan Rakyat Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Nia, M., & Ilham, M. 2023. Analisis Pendapatan Petani Jeruk Di Desa Kaimbulawa Kecamatan Siompu. Jurnal Online Program Studi Pendidikan Ekonomi, 8(4), 600- 610.

Nurdin, N. (2024). Memahami Isu Gender Dan Ketidaksetaraan Gender Di Indonesia Pasca Era Reformasi: Perspektif Pembangunan. Jurnal Ilmiah Global Education, 5 (1): 332-343.

Nur, H. N. H., & Arafah, N. 2023. The Peran Gender Dalam Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Di Desa Pudaria Jaya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Celebica. Jurnal Kehutanan Indonesia, 4 (2): 239–249.

Pratama, A. C., & Rijanta, R. 2021. Pengelolaan Berbasis Gender Pada Hutan Kemasyarakatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Legal Reasoning, 3 (2): 80–99.

Pratiwi, W., & Markum, B. S. 2018. Peran Perempuan Dalam Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Dongo Baru Kabupaten Lombok Timur. Universitas Mataram.

Riansyah, D. 2021. Panduan role model pendampingan pasca persetujuan pengelolaan perhutanan sosial. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Riskayanti. 2023. Analisis Gender dalam Sistem Pengelolaan Agroforestri Berbasis Kopi (Coffea) di Kelurahan Bokin, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja Utara. (skripsi). Universitas Hasanuddin, Makassar.

Rahayu, E. M., & Triwanto, J. 2021. Penyuluhan perhutanan sosial di Kelompok Tani Hutan Kota Malang. Budimas. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3 (2): 548-558.

Rusadi, N. 2026. Peran Dan Keterlibatan Gender Dalam Skema Hutan Kemasyarakatan: Studi Kasus Di Desa Kahayya, Sulawesi Selatan. Jurnal TAMBORA, 9 (2): 51-56.

Saputra, S., Wahyuni, S., Hasni, K., Amar, A., Fahmi, R., & Aisyah, A. 2024. Penguatan Peran Perempuan Dalam Mendukung Green Ekonomi Berkelanjutan. JMM Jurnal Masyarakat Mandiri, 8 (6): 6129-6138.

Simarmata, M. M., & Tarigan, W. J. 2023. Pengelolaan Kawasan Hutan Untuk Kegiatan Ekowisata Oleh Kelompok Tani Hutan Di Nagori Sait Buttu Kabupaten Simalungun. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei, 3 (1): 33-43.

Raudhah, R., Hafizianor, H., & Asysyifa, A. 2021. Analisis Gender dalam Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan di Desa Ambungan dan Desa Ujung Batu Kecamatan Pelaihari. Jurnal Sylva Scienteae , 4 (5): 831-841.