Status Pengembalian Barang Dalam Tindak Pidana Penggelapan
Main Article Content
Abstract
Embezzlement is a form of criminal act that attacks property interests and under the national criminal law system which has been updated is regulated in Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code (New Criminal Code), particularly Article 486. In criminal justice practice, legal issues often arise regarding the extent to which the return of goods or compensation by the defendant affects the proof of the elements of the crime of embezzlement and the legal consequences. This paper aims to examine the evidential strength of the return of goods in embezzlement cases by reviewing it from the perspective of Indonesian criminal evidence law. The research method used is normative legal research with approaches of legislation, conceptual, and case approaches. The study results explain that the position of returning goods in the crime of embezzlement shows the fulfillment of the elements of embezzlement. Returning the goods does not eliminate the unlawful nature of the embezzlement act but still has juridical significance as a consideration for judges, especially in proving the elements of intent, the existence of losses, as well as in determining the type and severity of the imposed penalty, and it is possible to resolve it through a Restorative Justice approach.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Aminah, Siti. (2023). Pertimbangan hakim terhadap pengembalian barang dalam putusan penggelapan. Verstek: Jurnal Hukum Acara Pidana, 11(2), 97–99.
Arief, Barda Nawawi. (2012). Tujuan dan pedoman pemidanaan. Semarang: Badan Penerbit UNDIP.
Arief, Barda Nawawi. (2018). Masalah penegakan hukum dan kebijakan hukum pidana. Jakarta: Kencana.
Effendy, Marwan. (2014). Teori hukum dari perspektif kebijakan publik. Jakarta: Referensi.
Fauzi, Ahmad, & Marlina, Rina. (2022). Pengembalian barang dalam tindak pidana penggelapan ditinjau dari unsur kesengajaan. PESHUM: Jurnal Ilmiah Hukum, 3(2), 145–146.
Hamzah, Andi. (2020). Hukum pidana Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.
Harahap, M. Yahya. (2016). Pembahasan permasalahan dan penerapan KUHAP. Jakarta: Sinar Grafika.
Hidayati, Nurul. (2021). Penerapan keadilan restoratif dalam penyelesaian tindak pidana penggelapan. Indonesian Journal of Law and Family Studies, 4(1), 33–34.
Lestari, Dwi Putri. (2021). Batasan penerapan keadilan restoratif dalam tindak pidana harta kekayaan. Jurnal Hukum Acara Pidana, 9(2), 88–90.
Lestari, Dwi Putri. (2022). Kedudukan pengembalian barang bukti dalam pembuktian tindak pidana penggelapan. Verstek: Jurnal Hukum Acara Pidana, 10(1), 58–60.
Marzuki, Peter Mahmud. (2017). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Moeljatno. (2008). Asas-asas hukum pidana. Jakarta: Rineka Cipta.
Muladi. (2010). Hakikat keadilan restoratif dalam sistem peradilan pidana. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 40(2), 165–167.
Muladi. (2017). Kapita selekta sistem peradilan pidana. Semarang: Badan Penerbit UNDIP.
Mulyadi, Lilik. (2014). Putusan hakim dalam hukum acara pidana. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Rizal, Muhammad. (2022). Pengembalian kerugian dan pertanggungjawaban pidana dalam perkara penggelapan. Jurnal Hukum dan Peradilan, 11(3), 421–423.
Soekanto, Soerjono, & Mamudji, Sri. (2015). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Jakarta: Rajawali Pers.
Soesilo, R. (1996). Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta komentar-komentarnya. Bogor: Politeia.
Sudarto. (2016). Hukum dan hukum pidana. Bandung: Alumni.
IndonesiaUndang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Yunus, Nur Rohim. (2020). Pemidanaan dan perlindungan hak korban dalam perspektif keadilan restoratif. Jurnal Legislasi Indonesia, 17(3), 311–313.
Zulfa, Eva Achjani. (2012). Restorative justice dan implementasinya dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Jurnal Kriminologi Indonesia, 8(1), 15–17.