Implementasi Nilai Budaya Adat Kajang dengan Prinsip Kehati-Hatian dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam
Main Article Content
Abstract
This research aims to analyze the implementation of indigenous cultural values Kajang and the precautionary principle in natural resource management in Indonesia. Cultural values, such as the Pasang ri Kajang principle and the concept of kamase-masea life, have long been applied by local communities to maintain ecological balance and conserve natural resources in a sustainable manner. The methods used include literature studies, case studies in the Kajang customary area, and qualitative data analysis based on the Miles and Huberman model. The results showed that Kajang's indigenous cultural values effectively support the application of the precautionary principle through practices such as customary supervision, division of forest areas into zones, and a system of traditional rules that enforce conservation and regeneration. This integration strengthens environmental policies and demonstrates the key benefits of collaboration between local culture and formal regulation. These findings confirm the importance of recognizing and strengthening local wisdom in Indonesia's sustainable development and natural resource conservation.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Angga, L. O. (2017). Makna Prinsip Kehati-Hatian Dalam Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Berbasis Keberlanjutan Lingkungan Hidup Di Provinsi Maluku. Jurnal Media Hukum, 24(2). Https://Doi.Org/10.18196/Jmh.2017.0091.156-163
Disnawati. (2013). Penerapan Prinsip Hidup Kamase-Masea Masyarakat Adat Ammatoa Kajang, Bulukumba Sulawesi Selatan Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam. 8, 83–90.
Feryl Ilyasa, Zid, M., & Miarsyah, M. (2020). Pengaruh Eksploitasi Sumber Daya Alam Perairan Terhadap Kemiskinan Pada Masyarakat Nelayan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan Dan Pembangunan, 21(01), 43–58. Https://Doi.Org/10.21009/Plpb.211.05
Hadis Badewi, M. (2018). Etika Lingkungan Dalam Pasang Ri Kajang Pada Masyarakat Adat Kajang (Vol. 1, Issue 2). Http://Journal.Uad.Ac.Id/Index.Php/Citizenship
Ismi, N. (2024, Desember 29). Tambang Timah Dan Ancaman Kerusakan Daratan Kepulauan Bangka Belitung. Retrieved From Mongabay.Co.Id: Https://Www.Mongabay.Co.Id/2024/12/29/Tambang-Timah-Dan-Ancaman-Kerusakan-Daratan-Kepulauan-Bangka-Belitung
Ichwan, M., Reskiani, U., Indah, A. L., Fitri Makmur, A. N. A., & Djafar, E. M. (2021). Pasang Ri Kajang: Tradisi Lisan Masyarakat Adat Ammatoa Suku Kajang Dalam Pembentukan Karakter Konservasi. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 7(4), 133. Https://Doi.Org/10.32884/Ideas.V7i4.495
Ketut Sutiari, D., Moita, S., & Kuasa Baka, W. (2024). Pengelolaan Sumber Daya Alam Pesisir Dengan Kearifan Lokal Di Beberapa Wilayah Indonesia. 1, 69–76. Https://Doi.Org/10.30598/Jnbcxxxxxxxxxxxxx
Khaerunisa, S. (2024, Mei 6). Bagaimana Suku Kajang Mengelola Dan Melestarikan Hutan Dengan Kearifan Lokal. Retrieved From Greennetwork.Id: Https://Greennetwork.Id/Kabar/Bagaimana-Suku-Kajang-Mengelola-Dan-Melestarikan-Hutan-Dengan-Kearifan-Lokal
Larekeng, S. H., Nasri, N., Hamzah, A. S., Nursaputra, M., Mujetahid, A., Supratman, S., KS, M. A., & Asriyanni, A. (2022). Pemetaan Potensi Pengelolaan Sumber Daya Alam Dalam Perspektif Kearifan Lokal Suku Kajang. Jurnal Pengabdian Dharma Wacana, 3(2), 179–193. Https://Doi.Org/10.37295/Jpdw.V3i2.302
Malik, A. (2017). Dampak Eksploitasi SDA Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Dalam.
Nainggolan J. (2025). Penerapan Prinsip Kehati-Hatian (Precautionary Principles) Dalam Penggunaan Bukti Ilmiah (Scientific Evidence) Dalam Penyelesaian Sengketa Tun Lingkungan Hidup. Https://Pslh.Ugm.Ac.Id/Pengakuan-Universal-Ham-Atas-Lingkungan-Hidup-Yang-Baik-Sehat-Dan-
Nur, M. S., Zid, M., & Setiawan, C. (2022a). Pengelolaan Lahan Dan Ruang Hutan Dengan Perspektif Kearifan Lokal Komunitas Ammatoa Kajang Sebagai Usaha Konservatif. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal Of Environmental Sustainability Management), 90–105. Https://Doi.Org/10.36813/Jplb.6.2.90-105
Nur, M. S., Zid, M., & Setiawan, C. (2022b). Pengelolaan Lahan Dan Ruang Hutan Dengan Perspektif Kearifan Lokal Komunitas Ammatoa Kajang Sebagai Usaha Konservatif. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal Of Environmental Sustainability Management), 90–105. Https://Doi.Org/10.36813/Jplb.6.2.90-105
Nur, R. (2024a). Revitalisasi Hukum: Integrasi Kearifan Adat Ammatoa Suku Kajang Dalam Pelestarian Lingkungan Hidup. 1(2). Https://Doi.Org/10.62870/Pkh.V1i1.29192
Nur, R. (2024b). Revitalisasi Hukum: Integrasi Kearifan Adat Ammatoa Suku Kajang Dalam Pelestarian Lingkungan Hidup. 1(2). Https://Doi.Org/10.62870/Pkh.V1i1.29192
Suhartini. (2009). Kajian Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan.
Sustrastanti, E., & Sistya Rachmawati. (2023). Pengaruh Budaya Organisasi Hijau, Modal Intelektual Hijau Terhadap Kinerja Perusahaan Dengan Inovasi Hijau Sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Ekonomi Trisakti, 3(2), 2349–2358. Https://Doi.Org/10.25105/Jet.V3i2.16982
Sutikno, B., & Batoro, J. (2017). Analisis Kearifan Lokal Terhadap Pembangunan Ekonomi Hijau Di Kabupaten Pasuruan (Vol. 8, Issue 2). Http://Jurnal.Yudharta.Ac.Id/V2/Index.Php/Malia
Said, B. (2018). Kontribusi Ekonomi Model Pengelolaan Bentang Alam Berkelanjutan Masyarakat Adat Kajang. Bogor: Aman.
Salsabila, A. R. (2025, Maret 29). Suku Kajang: Indahnya Harmoni Dalam Tradisi, Menjaga Jarak Dengan Teknologi. Retrieved From Kumparan.Com: Https://Kumparan.Com/Arrosika-Rohmatul-Salsabila/Suku-Kajang-Indahnya-Harmoni-Dalam-Tradisi-Menjaga-Jarak-Dengan-Teknologi-24lyapg2i1o
Syifani, R. (2013, Desember 29). Mengenali Adat, Pengelolaan Hutan Di Kawasan Suku Kajang. Retrieved From Kompasiana.Com: Https://Www.Kompasiana.Com/Ratihsyifani.Kompasiana.Com/552828b76ea83408568b45ce/Mengenali-Adat-Pengelolaan-Hutan-Di-Kawasan-Suku-Kajang
Waluyo, W. (2024, Desember 31). Harmoni Alam Dan Tradisi Adat Suku Kajang. Retrieved From Indonesia.Go.Id: Https://Indonesia.Go.Id/Kategori/Budaya/8874/Harmoni-Alam-Dan-Tradisi-Adat-Suku-Kajang